Palembang, (ANTARA) – Warga Kota Eddy Santana Putra Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), meminta kepada jajaran kepolisian dan penegak hukum di daerahnya untuk dapat segera mengatasi tindak kriminalitas yang masih mengancam mereka di sejumlah tempat rawan kriminal yang sering terjadi penjambretan dan pengambilan paksa barang berharga milik warga, terutama ibu-ibu dan kaum wanita itu.
Menurut Ibu Sri, warga Kota Palembang, Jumat, beberapa tempat di kota itu, seperti sekitar Kertapati dan Stasiun KA di sana serta jalan-jalan utama kawasan pusat keramaian di ibukota provinsi penghasil “empek-empek” itu, berkali-kali telah terjadi tindak kriminal yang mengkhawatirkan mereka tersebut.
Tindak kriminal itu, di antaranya terjadi terhadap kaum wanita yang menggunakan kendaraan umum (angkutan kota) maupun sepeda motor, dengan mencopet atau mengambil paksa tas dan perhiasan emas yang digunakan.
Bahkan saat angkutan umum itu mengantre untuk mendapatkan penumpang bisa terjadi aksi kriminal terhadap penumpang wanita di dalamnya.
Begitupula para wanita pengguna sepeda motor, beberapa kali tas yang dibawa dijambret pelaku tindak kriminal di jalan itu. Pelakunya biasanya menggunakan sepeda motor dengan berboncengan dua orang.
Pelaku tindak kriminal itu tidak segan melakukan aksi kekerasan untuk mendapatkan barang berharga milik mangsanya.
“Pelaku juga tidak pandang bulu terhadap korban, baik warga biasa, mahasiswi atau pekerja profesional maupun wartawati, yang penting dapat barang yang berharga itu,” kata Resti, salah satu mahasiswi di Palembang plula.
Beberapa jalan protokol dan sejumlah kawasan pusat Kota Palembang itu dikenali warga sebagai kawasan rawan kriminal, sehingga di tempat itu mereka harus ekstra hati-hati agar tidak menjadi korban.
Karena itu, warga tersebut mendukung tekad kepolisian setempat untuk mengatasi aksi premanisme dan kriminalitas di tempat tersebut.
Warga Palembang itu juga mendukung program Poltabes setempat untuk lebih menggencarkan patroli polisi terutama pada malam hari atau jam rawan kriminalitas di tempat-tempat tersebut, guna menekan tindak kriminalitas dan aksi premanisme di sana.
“Kalau bisa program penambahan personil patroli polisi dan mengatasi kriminalitas atau premanisme itu segera dijalankan, bukan hanya menjadi wacana,” ujar Abadi, salah satu warga Kota Palembang itu pula. (*)
Sumber: Warga Palembang Minta Aksi Kriminalitas Diatasi